
"Suatu proyek kalau punya nilai ekonomi tinggi, keuntungan tinggi, akan diserahkan kepada swasta untuk mengelolanya," ujar Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Arifin Rudiyanto, seperti dilansir Antara, Minggu (15/12) malam.
Paradigma pembiayaan pembangunan lainnya adalah KPBU, dengan catatan proyek terkait memiliki risiko kecil, namun mendatangkan keuntungan.
Apabila risiko tinggi, meski masih mendatangkan keuntungan, maka pembiayaan akan diarahkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Arifin menjelaskan pendanaan dalam RPJMN 2020-2024 disusun dengan memperkuat sinergi perencanaan dan penganggaran dengan tiga strategi. Yakni, alokasi kepada prioritas dengan memperkuat perencanaan penganggaran berbasis anggaran program.Strategi selanjutnya adalah kapasitas pendanaan dilakukan dengan meningkatkan inovasi skema, di antaranya KPBU, pembiayaan inovasi, bauran pembiayaan, pembiayaan hijau atau ramah lingkungan, dan hibah ke daerah berbasis hasil.
Kemudian, strategi terakhir adalah memastikan kesiapan pelaksanaan program. "Dalam RPJMN 2020-2024, kami benar-benar memperkuat sinergi perencanaan. Untuk itu, kami fokus alokasi pembiayaan yang inovatif hingga pembiayaan hijau," tutur Arifin.
Adapun, dalam RPJMN tersebut, pemerintah fokus dalam lima hal. Yakni, pembangunan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi dan birokrasi, serta transformasi ekonomi.
[Gambas:Video CNN]
(Antara/bir)
https://ift.tt/2YPqyYO
December 16, 2019 at 02:44PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Pemerintah Andalkan Swasta Dalam RPJMN 2020-2024"
Posting Komentar