Sejak itu, setidaknya 13 nama mulai dari oposisi May hingga mantan menterinya sendiri sudah menyatakan diri membidik kursi kepemimpinan tersebut. Ada tiga politikus yang dianggap menjadi kandidat kuat, yaitu Boris Johnson, Dominic Raab dan Jeremy Hunt masih meramaikan bursa calon perdana menteri.
Boris Johnson merupakan mantan menteri luar negeri May yang mengundurkan diri pada Juli 2018 lalu. Ia mundur setelah beradu pendapat dengan May terkait negosiasi Brexit.
Pria 54 tahun itu merupakan salah satu politikus tersohor di Inggris. Ia dikenal sebagai politikus tegas dengan pernyataan kontroversialnya.
Ia menjadi salah satu kandidat terkuat pengganti May. Johnson juga merupakan salah satu tokoh yang menggiring Inggris menggelar referendum Brexit pada 2016 lalu.
"Kami akan meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober mendatang, dengan atau tanpa kesepakatan," kata Johnson pada Jumat pekan lalu.
![]() |
Sedangkan Dominic Raab juga merupakan mantan menteri kabinet May. Senada dengan Johnson, mantan menteri urusan Brexit itu mundur pada 2018 lalu dari jabatannya sebagai bentuk protes atas proposal Brexit usulan May.
![]() |
Politikus 45 tahun itu menuturkan dia akan berusaha mencari "kesepakatan yang lebih adil" lagi dengan Uni Eropa setelah Inggris resmi keluar dari blok itu, terutama soal bea cukai dan perbatasan yang berkaitan dengan Irlandia Utara, jika terpilih sebagai penerus May.
Kemudian Jeremy Hunt yang merupakan menteri luar negeri. Dia diangkat pada Juli lalu menggantikan Johnson. Hunt merupakan pendukung Inggris tetap berada di Uni Eropa.
Sebelum menjadi menteri luar negeri, pria 52 tahun ini juga pernah menjabat sebagai menteri kesehatan.
Hunt juga pendukung proposal Brexit gagasan May.
"Saya selalu mendukung Brexit dengan kesepakatan karena saya pikir akan ada banyak dampak negatif yang dihasilkan jika Inggris keluar Uni Eropa tanpa kesepakatan dengan blok itu, sesuatu yang seluruh pihak yang punya akal sehat ingin mengindarinya," papar Hunt April lalu.
![]() |
Di tengah persaingan ketiganya, muncul nama Michael Gove dan Penny Mordaunt. Gove merupakan salah satu pendukung Brexit garis keras pada referendum 2016. Dia merupakan salah satu penantang May dalam pemilihan PM selepas David Cameron mundur.
Meski begitu, sejak ditunjuk sebagai menteri lingkungan may, Gove secara mengejutkan berubah menjadi sekutu terdekat May. Politikus 51 tahun ini menjadi salah satu pendukung proposal Brexit gagasan May.
Pada akhir pekan lalu, dikutip Reuters, Gover percaya dirinya bisa menyatukan kembali Partai Konservatif yang terpecah dan membawa kesuksesan pada negosiasi Brexit.
Sedangkan Penny Mordaunt saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Dia merupakan pendukung satu-satunya anggota pro-Brexit yang masih ada dalam kabinet May.
Dia juga menjadi menteri pertahanan perempuan pertama setelah ditunjuk menggantikan Gavin Williamson bulan ini. Ia merupakan perwira Angkatan Laut Inggris.
Perempuan 46 tahun itu juga pernah menjabat sebagai menteri pembangunan internasional.
Selain kelima nama besar itu, sembilan nama tokoh lainnya seperti eks diplomat Inggris Rory Stewart (46), mantan Ketua Dewan Kehormatan Parlemen Inggris Andrea Leadsom (56), dan Menteri Kesehatan Matt Hancock (40), juga berlomba memperebutkan kursi PM tersebut.
Sementara itu, mantan presenter televisi dan pendukung Brexit, Ester McVey (51), mantan bankir keturunan Pakistan, Sajid Javid (49), hingga mantan Pemimpin Komite 1922, Graham Brady (51), juga ikut bersaing menjadi penerus May.
Mantan wakil Wali Kota London, Kit Malthouse (52), dan Wakil Menteri Urusan Brexit, James Clavery (49), juga turut serta dalam bursa pemilihan perdana menteri baru ini. (rds/ayp)
http://bit.ly/2wkZ2oC
May 27, 2019 at 09:04PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Tiga Politikus Inggris Diunggulkan Jadi Pengganti Theresa May"
Posting Komentar