
Kementerian Dalam Negeri Inggris menyatakan bahwa aturan ini akan mulai berlaku pada Januari 2021, setelah proses peralihan dari Brexit rampung.
Dengan aturan baru ini, nantinya semua pekerja kreatif, baik dari negara Uni Eropa atau bukan, harus mengajukan visa jika ingin tampil di Inggris.Visa yang harus dipegang oleh para musisi berjenis Tier 5 atau untuk bekerja, termasuk di ranah pertunjukan, audisi, pelatihan, festival, dan acara lainnya.
Berdasarkan perkiraan sementara, biaya untuk mendapatkan visa itu mencapai 244 pound sterling atau setara Rp4,3 juta.
Musisi juga harus membuktikan kepemilikan sekitar 1.000 pound sterling di dalam rekening bank mereka terhitung 90 hari sebelum mengajukan visa.
Uang itu merupakan jaminan bahwa mereka dapat mendanai diri sendiri. Namun, aturan ini tak berlaku bagi seniman "A-rated".
Sebelum aturan ini berlaku, para seniman dan kru mereka bebas masuk ke As tanpa mengajukan visa atau izin kerja.
Keputusan ini pun menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk aliansi Incorporated Society of Musicians.
"Kami sangat kecewa kebebasan bergerak musisi dan seniman lainnya dari UE diabaikan dan kami akan meminta pemerintah Inggris mempertimbangkan kembali desakan kami untuk memberikan visa multi-entri untuk dua tahun," ujar kepala eksekutif Incorporated Society of Musicians, Deborah Annetts.
Annetts kemudian menekankan kembali perkataan mantan Menteri Pembangunan Digital, Kebudayaan, Media, dan Olahraga Inggris, Nigel Adams, yang sebelumnya memperjuangkan pergerakan para musisi setelah Brexit.
"Seperti yang ditakakan menteri Nigel Adams bulan lalu, 'Tur merupakan aliran darah bagi industri ini,'" katanya seperti dikutip NME. (has)
https://ift.tt/39Nce7i
February 21, 2020 at 03:38PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Usai Brexit, Musisi Harus Punya Visa untuk Tampil di Inggris"
Posting Komentar