
Jepang memiliki teknologi kendaraan listrik yang sudah berkembang. Teknologi tersebut bisa mendukung investasi bahan baku baterai yang sudah ada di Indonesia.
"Sebelumnya, saya sudah sampaikan ke investor Korea dan negara lain. Saat ini, kami berharap Jepang juga bisa masuk ke wilayah yang sedang kita butuhkan untuk pengembangan kendaraan listrik," katanya seperti dikutip dari website Kementerian Perindustrian, Rabu (30/1).
Pemerintah saat ini tengah berupaya untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri. Untuk mewujudkan tekad tersebut, selain mendorong investasi di sektor industri pembuatan baterai, saat ini mereka juga berupaya mendorong investasi pembuat bahan baku baterai.
Harijanto mengatakan saat ini pemerintah sudah mendapatkan investasi senilai US$700 juta dari PT QMB New Energy Materials. Investasi tersebut ditanamkan untuk industri berbasis teknologi hydro metallurgy yang nantinya akan berguna untuk memenuhi kebutuhan bahan baku baterai lithium generasi kedua nikel kobalt yang bisa digunakan untuk kendaraan listrik.
Investasi tersebut diharapkan bisa menyerap tenaga kerja sampai dengan 2.000 orang. Total produksi pabrik tersebut diperkirakan mencapai 50 ribu ton produk intermediate nikel hidroksida, 150 ribu ton baterai kristal nikel sulfat, 20 ribu ton baterai kristal sulfat kobalt dan 30 ribu ton baterai kristal sulfat mangan per tahun.
http://bit.ly/2D3HAIr
January 31, 2019 at 12:18AM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kemenperin Incar Investor Baterai Mobil Listrik Jepang"
Posting Komentar