Model baru sepenuhnya berbeda dari generasi sebelumnya yang meluncur pertama kali pada enam tahun lalu. Beda paling kentara tertera pada eksterior.
Pada eK X sudah diterapkan bahasa desain Mitsubishi untuk bagian wajah yang terlihat seperti huruf 'X'. Mitsubishi belum merilis data dimensi, namun dicermati dari mata sipit, lampu besar di bagian bawah, roof rack, dan floating roof pada eK X membuatnya bisa diibaratkan Xpander namun dalam versi kemasan sachet.
![]() |
Pada mesin hybrid, selama berakselerasi mobil bakal menggunakan daya listrik yang disimpan dalam baterai guna membantu mendapatkan lebih banyak tenaga selain torsi dari mesin. Saat melambat, sistem akan mengalihkan energi kinetik untuk daya listrik baterai lithium-ion.
Fitur menarik pada kedua varian ini adalah Mi-Pilot yang baru pertama kali digunakan mobil Mitsubishi. Fitur ini membantu pengemudi mengoperasikan pedal gas dan rem serta kemudi dengan mengontrol Active Cruise Control dan Lane Keep Assist.
Mitsubishi menyampaikan bahwa perencanaan dan pengembangan dua kei car ini dikerjakan oleh NMKV yang merupakan perusahaan bayangan hasil kolaborasi dengan Nissan.teknologi Nissan.
Mitsubishi eK Wagon tersedia dalam tipe varian, sedangkan eK X tiga varian. Di Jepang mobil itu dijual mulai 1.296 juta yen atau sekitar Rp164,277 juta hingga 1,765 juta yen atau Rp224,66 juta. Mitsubishi menargetkan mobil-mobil kecil ini setidaknya dapat laku 4.000an unit dalam satu bulan. (ryh/fea)
https://ift.tt/2TSZ1Sm
April 04, 2019 at 07:41PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kei Car Mitsubishi di Jepang Mirip Xpander Kemasan 'Sachet'"
Posting Komentar