
"Kita seringkali dituduh melakukan upaya mendelegitimasi KPU. Sesungguhnya kita justru mengupayakan agar pemilunya legitimate," kata Amien dalam diskusi soal daftar pemilih tetap (DPT) yang dihelat di Ruang Rapat Komisi II DPR, Jakarta, Selasa (9/4).
Amien memberi contoh soal DPT milik KPU. Selama ini, Amien mengatakan pihaknya berupaya agar DPT terus dimutakhirkan agar tidak ada kecurangan. Menurutnya, apabila DPT saja sudah salah, maka hasil pemilu nanti pun pasti akan salah.
Contoh lain yakni soal penghitungan suara. Amien pernah mengusulkan agar penghitungan tidak dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta karena banyak genderuwo dan jin. Menurutnya, penghitungan suara lebih baik dilaksanakan di Gedung DPR.
"Supaya perhitungan jujur dan adil. Sesuatu yang amat mudah. Kalau tidak mau berarti sudah ada maksud-maksud misterius," kata Amien.
Amien juga menyinggung rencananya menggerakkan people power. Dia lebih ingin melakukan itu, jika terjadi kecurangan dalam pemilu, daripada membawa ke Mahkamah Konstitusi sesuai UU No 7 tahun 2017.
Mengenai hal itu, Amien menegaskan tidak ingin menciptakan perpecahan di masyarakat.
"Kita bukan men-delegitimize pemilu tetapi kita ingin me-legitimizing supaya bangsa ini betul-betul akan merasa puas bangga sekaligus juga bersyukur dengan hasil pemilu," ucap Amien.
Sebelumnya, Amien Rais akan mengerahkan massa untuk berkumpul di Monas, Jakarta, usai pilpres 17 April mendatang. Hal ini akan dia lakukan jika pihaknya menemukan banyak pemilih siluman dan kecurangan yang masif di pilpres kali ini.
"Jika DPT tidak efektif karena penuh dengan ghost voter (pemilih siluman), Insya Allah setelah Pemilu dan kita punya bukti ada kecurangan yang sistematik saya akan kerahkan massa untuk kumpul di Monas, menggunakan people power," kata Amien di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta, Senin (1/4).
(bmw/pmg)http://bit.ly/2Z0VpBd
April 10, 2019 at 12:43AM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Amien Rais Mengeluh Dituding Mendelegitimasi KPU"
Posting Komentar