'Salami' Walkot, Jokowi Yakin Ubah Kedudukan di Probolinggo

Probolinggo, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengaku optimis mampu membalikkan kedudukan perolehan suara di Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada Pilpres 2019. Pasalnya, Jokowi pernah mengalami kekalahan dari lawan yang sama, Prabowo Subianto, di kota ini pada Pilpres 2014.

Sambil berkelakar, ia mengaku optimis mampu meraup suara dukungan yang lebih tinggi dari kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 karena sudah 'menyalami' Wali Kota Probolinggo Rukmini Buchori.

"Dulu di Probolinggo, kita [Jokowi-Jusuf Kalla] kalah. Tapi 2019 ini, tadi saya salaman dengan wali kota Probolinggo, salaman sudah 'kenceng' seperti ini," ujarnya sembari memperagakan gaya bersalamannya dengan wali kota Probolinggo saat kampanye terbuka di Gedung Olah Raga (GOR) Kedopok, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (10/4).

"Saya yakin Probolinggo di kota dan kabupaten, kami akan dapatkan angka paling baik. Saya yakin," sambungnya.

Bahkan, ia tak hanya optimistis membalikkan keadaan di Probolinggo. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu yakin mampu meningkatkan perolehan suara di Jawa Timur secara keseluruhan pada Pilpres 2019.

Prabowo Subianto (kiri) mengungguli Jokowi (kanan) di Kota Probolinggo pada PIlpres 2014.Prabowo Subianto (kiri) mengungguli Jokowi (kanan) di Kota Probolinggo pada Pilpres 2014. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Pada Pilpres 2014, Jokowi-JK hanya mampu meraup suara pemilih di Jawa Timur sebanyak 53 persen. Namun, pada Pilpres 2019, ia menargetkan bisa mengantongi 70 persen suara masyarakat Jawa Timur.

"Feeling saya menyatakan bahwa di Jatim akan ada kejutan besar. Kita akan mendapatkan angka yang betul-betul membuat kaget. Minimal 70 persen, minimal. Kalau 75 persen, alhamduliah, 80 persen, alhamdulillah," katanya.

Tak hanya bicara soal target-target perolehan suara, seperti biasa, Jokowi mengajak para pendukungnya untuk terus militan dalam menggalang dukungan bagi dirinya dan calon wakil presiden Ma'ruf Amin.

Selain itu, ia juga kembali menyinggung berbagai isu tidak benar atau hoaks dan fitnah yang kerap menyerang dirinya, seperti anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) hingga antek-antek asing. Ia meminta masyarakat tidak mempercayai hoaks dan fitnah tersebut.

"Coba dipikir antek asing dari mana? Blok Mahakam sudah diserahkan ke Pertamina, Blok Rokan sudah dimenangkan Pertamina juga. Freeport, kita sudah pegang mayoritas 51 persen sahamnya," tuturnya.

"Tapi ya saya hanya bisa ngebatin, 'sabar ya Allah' dan saya selalu bersyukur, karena kalau bersyukur, nikmat yang diberikan akan lebih besar," sambungnya.

'Salami' Walkot, Jokowi Yakin Ubah Kedudukan di ProbolinggoFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Tak ketinggalan, ia juga memperkenalkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Prakerja, dan Kartu Sembako Murah yang bakal dirilis ketika berhasil memenangkan Pilpres 2019.

"Terakhir, nanti tanggal 17 April ajak saudara dan teman berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara bersama-sama. Saya ajak untuk memakai baju putih, karena yang akan dicoblos bajunya putih," pungkasnya.

Dalam kampanye terbuka itu, turut hadir Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir, Ketua Perindo Hary Tanoesoedibjo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa, dan Wali Kota Probolinggo Rukmini Buchori.

[Gambas:Video CNN] (uli/arh)

Let's block ads! (Why?)



http://bit.ly/2U77kdd

April 10, 2019 at 09:20PM

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "'Salami' Walkot, Jokowi Yakin Ubah Kedudukan di Probolinggo"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.