
Sebab, berdasarkan pengalaman rekannya yang lebih dulu melapor, penegak hukum akan meminta kata sandi seluruh media sosial pribadi, email, termasuk telepon genggam.
"Sehingga, kalau di laporkan malah itu kami tidak bebas lagi bermain atau bersuara lewat media sosial. Malah nomor HP juga diminta semua [...] Tapi, semua yang melaporkan itu tidak pernah ada yang berhasil," kata Said Didu saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan, Minggu (14/4).
"Tapi saya sedang pikirkan jalannya seperti apa. Karena ini harusnya penegak hukum hadir, negara hadir melindungi warganya apabila mengalami hal seperti ini," ujar Said lagi.Said mengaku bukannya pesimistis terhadap pemerintah. Namun jika harus memberi akses penuh terhadap akun pribadinya kepada penegak hukum tentu ke depan akan merepotkan.
"Saya menyatakan, saya masih berupaya optimis (kepada penegak hukum), makanya saya berpikir apakah perlu saya laporkan. Akun saya pun satu tidak pernah ada anonim dan saya pertanggungjawabkan semua apa namanya yang ada di akun saya," ungkapnya.
Peretasan pendukung 02
Peretasan akun media sosial pribadi bukan hanya pernah dirasakan Said. Sebagai sesama tokoh pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, akun Haikal Hasan, Ferdinand Hutahaean, JS Prabowo, Mustofa Nahrawardaya, dan Dahlan Iskan juga mengalamai hal serupa. Menurut Said terkait hal tersebut biar menjadi penilaian masyarakat.
"Publik bisa melihat bahwa memang ada terjadi, istilah saya diskriminasi penegakan hukum. Karena hampir semua yang diserang adalah orang-orang yang dianggap tokoh-tokoh yang dekat dengan 02," kata dia.
Ia menyebut kasus peretasan Dahlan Iskan menjadi contoh paling nyata. Usai menyatakan dukungan terhadap pasangan calon nomor dua, diketahui akun pribadi Dahlan diambil alih dan hingga saat ini tak bisa diambil kembali."Langsung akun Twitter yang followersnya 2,2 juta diambil alih. Tapi untungnya tidak memention apa-apa. Tapi, Pak Dahlan Iskan sampai detik ini tidak bisa mengambil alih akun nya kembali," ucap Said.
Ia juga menilai bahwa pertasan akun sebagian tokoh pendukung pasangan oposisi sebagai upaya membungkam kebenaran.
"Saya ulangi akun saya memang spesialis kan adalah untuk membuka informasi yang sebenar-benarnya, istilah saya membongkar kebohongan kebohongan publik yang disampaikan supaya publik memahami apa yang sebenarnya terjadi," ucap Said Didu. (eks)
http://bit.ly/2GdBW7U
April 15, 2019 at 07:24AM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Takut Dibungkam, Said Didu Enggan Lapor Polisi Soal Peretasan"
Posting Komentar